Showing posts with label kisah inspirasi. Show all posts
Showing posts with label kisah inspirasi. Show all posts
12:45 AM

LOVE IS

LOVE IS
From: Cinthya Barnella

To My Friends Who Are........... SINGLE

Love is like a butterfly. The more you chase it, the more it eludes you.
But if you just let it fly, it will come to you when you least expect it.
Love can make you happy but often it hurts,
but love's only special when you give it to someone who is really worth it.
So take your time and choose the best.

To My Friends Who Are............ NOT SO SINGLE

Love isn't about becoming somebody else's "perfect person."
It's about finding someone who helps you become the best person you can be.

To My Friends Who Are............ PLAYBOY/GIRL TYPE
Never say "I love you" if you don't care.
Never talk about feelings if they aren't there.
Never touch a life if you mean to break a heart.
Never look in the eye when all you do is lie.
The cruelest thing a guy can do to a girl is to let her fall in love when
he doesn't intend to catch her fall and it works both ways...

To My Friends Who Are............ MARRIED
Love is not about "it's your fault", but "I'm sorry."
Not "where are you", but "I'm right here." Not "how
could you", but "I understand." Not "I wish you were",
but "I'm thankful you are."

To My Friends Who Are............ ENGAGED
The true measure of compatibility is not the years
spent together but how good you are for each other.

To My Friends Who Are............ HEARTBROKEN

Heartbreaks last as long as you want and cut as deep
as you allow them to go. The challenge is not how to
survive heartbreaks but to learn from them.

To My Friends Who Are............ NAIVE

How to be in love: Fall but don't stumble, be
consistent but not too persistent, share and never be
unfair, understand and try not to demand, and get hurt
but never keep the pain.

To My Friends Who Are............POSSESSIVE

It breaks your heart to see the one you love happy
with someone else but it's more painful to know that
the one you love is unhappy with you.

To My Friends Who Are............ AFRAID TO CONFESS

Love hurts when you break up with someone. It hurts
even more when someone breaks up with you. But love
hurts the most when the person you love has no idea
how you feel.

To My Friends Who Are............ STILL HOLDING ON

A sad thing about life is when you meet someone and
fall in love, only to find out in the end that it was
never meant to be and that you have wasted years on
someone who wasn't worth it. If he isn't worth it now
he's not going to be worth it a year or 10 years from
now. Let go.....

TO ALL OF MY FRIENDS.......

My wish for you is a man/women whose love is honest,
strong, mature, never-changing, uplifting, protective, encouraging,
rewarding and unselfish....good luck :)


12:33 AM

Money - When You Feel Enough?

Money tends to dominate our lives. So much of our time is spent making
it, spending it, saving it, investing it, or giving it.
The Gallup Poll recently showed that 56% of all divorces are the result of financial tensions and conflicts.

by Rick Warren

Fortunately, the Bible has a lot of great advice on money management.
Over half of Jesus' parables deal with handling material possessions.
In fact,Jesus spoke more about money than he did about either heaven or hell.
(Probably because more people are interested in money!)

There are two common myths about money:

MYTH #1:
Money is evil. Actually money is neither good nor bad. It's
neutral. What the Bible actually says is, "The LOVE of money is the root of all
kinds of evil." (1 Tim. 6:10)

Here's the point: We are to USE things and LOVE people. When we get
that reversed we get ourselves into trouble. If we love things, we will end
up using people. God says people are always more important than
possessions.

MYTH #2:
Money is the key to happiness. Obviously, that isn't true
either.If money guaranteed happiness then those with the most would be the
most happy. All you have to do is read the newspaper to explode that idea.
Jesus said, "A man's real life is not made up of the things he owns, no
matter how rich he may be." (Lk. 12:15)

So how much money can I make without feeling guilty?

God says you may make as much as you can - as long as you observe four
important limitations on your "desire to acquire." In my next editions,
I'll give you those four qualifiers to "guilt-free" wealth.

In the meantime, think about this: "It is better, much better, to have
wisdom and knowledge than silver and gold." Proverbs 16:16


12:31 AM

YOU BET YOUR LIFE !

by: Rick Warren

Everyone wants to feel they've made a significant contribution to this
world with their lives. We all want to be remembered after we die.
Some people write books...some build buildings and put their names on them...
the wealthy set up foundations. Many of us hope our children will carry on
our legacy.


What would you like written on your tombstone? What would cause you
to feel that your life was a success? Whatever you intend to do with your
life - I suggest you get on with it right NOW! None of us are
guaranteed tomorrow, so we'd better make the most of today.

To make the most of your life, you need to accept four facts about
time:

1. LIFE AT ITS BEST IS BRIEF.
The Bible says, "Our days on earth are like a shadow."
Even if you live to be 100, that's still a relatively short
time considering eternity.

2. SINCE TIME IS OUR MOST PRECIOUS RESOURCE - WASTING TIME IS OUR
GREATEST MISTAKE.
Your time is your life. Killing time is a slow form of
suicide. Psalms 90:12 says "Teach us to number our days..." Thoreau said, "You
can't kill time without injuring eternity."

3. HAVING THE RIGHT PRIORITIES IS THE SECRET OF AN EFFECTIVE LIFE.
You don't have time for everything. That's why you must continually choose
between what's good and what's best. "Live life with a due sense of
responsibility...make the best use of your time..." Ephesians 5:15 (Ph)

4. THE BEST USE OF YOUR LIFE IS TO INVEST IT IN SOMETHING THAT
OUTLASTS IT.
We all need a cause greater than ourselves for which to live.
Fortunately, God placed each of us here on earth for a purpose. If you're still
alive, He has a purpose for you!"The Lord has made everything for his own
purposes" Pr. 16:4 (LB)

"To enjoy your work and to accept your lot in! life--that is indeed a
gift from God. The person who does that will not need to look back with
sorrow on his past, for God gives him joy."

Eccl. 5:20.
Make this your prayer this week: "God, help me to discover your purpose for my life.

11:09 PM

Semua Indah Pada Waktunya

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya ...

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

2:04 AM

Jaman Nuh (The Day of Noah)



Jaman Nuh (The Day of Noah)

Pada jaman dahulu, suatu kota yang sibuk, berkembang dengan pesatnya di bawah bayang- bayang gunung yang sepi di Italia. Suatu kali, gempa besar mengguncang kota itu dengan hebatnya. Namun orang-orang di sana sangat sombong, keras kepala dan merasa sudah hidup dengan sangat nyaman; karena itu mereka tetap tinggal. Jauh sebelumnya, kota besar itu sangat berkilau lebih dari yang pernah ada: bangsawan Roma yang kaya suka berkumpul di permandian umum, lukisan dinding yang baru berkilauan di vila-vila berornamen, kesukariaan Dionysian berlanjut dengan kebebasan yang ditemukan.

Namun pada pukul 1.30 dini hari tanggal 24 Agustus 79 SM, gunung yang mereka abaikan keberadaanya itu meletus. Bencana itu memusnahkan kota dengan sangat cepat sehingga orang-orang di dalamnya tertahan dan terkubur dalam sikap badan yang sedang sekarat. Lautan abu panas dan lumpur mengubur semua dan membekukan orang-orang tersebut dalam posisi terkejut, ketakutan dan kaget luar biasa. Mereka bisa hidup sedemikian dekat dengan gunung itu tentunya mereka percaya bahwa gunung itu sedang tidur. Bagi banyak orang, bahkan peringatan suara gemuruh dan sejarah daerah tersebut mengenai gempa-gempa misterius yang pernah terjadi sepertinya tidak dianggap sebagai ancaman yang serius. Lagi pula, mereka menikmati gaya hidup yang mewah di lereng gunungnya, sehingga peringatan-peringatan itu dengan gampangnya diabaikan. Terlambat bagi orang-orang di Pompeii untuk mengetahui bahwa yang sebenarnya sedang tertidur bukanlah gunungnya melainkan mereka! Sekarang kecuali bagi mereka yang dengan bijaksana meninggalkan kota itu, tidur panjang itu masih menjadi hal yang permanent.

Tidur yang Berbahaya
Seperti halnya penduduk kota kuno Pompeii hidup tanpa kuatir, kita juga hidup dalam keadaan terbius yang membahayakan. Tua atau muda, kaya atau yang ingin menjadi kaya, semuanya ada di bawah obat bius yang sama. Kenaifan yang membuai kita adalah hasil dari pengabdian kita kepada banyak hal yang berlebihan : berlebihan dalam kekayaan, dalam peningkatan diri, dalam kesenangan, makan, minum dan segala hal yang berhubungan dengan kenikmatan jasmani. Di kantor, di universitas, bahkan terkadang di dalam keluarga menjanjikan hal yang berlebihan – makan di kafe setelah jam kerja, mobil mewah, dan perjalanan memakai kapal pesiar setelah lulus kuliah. Tidak ada orang yang dapat berhenti bermimpi. Kita mungkin tidak bermain lotere sama sekali, tetapi tak seorangpun akan menolak membayangkan menang lotere dalam satu malam!

Seringkali kita mungkin menjauhkan diri kita dari segala macam kepuasan diri sedemikian. Kita seringkali berpikir bahwa mengejar karir yang lebih baik, atau hobi pribadi mungkin lebih sehat dari pada mengejar kesenangan materi. Tetapi hal itu tidak ada bedanya. Tidak peduli apa keinginan kita, pengejaran kita menghasilkan kondisi yang sama yaitu terbius sehingga tidak memiliki perasaan. Budaya materialisme, pergerakan anti-budaya dan pencarian diri – semuanya membawa kita yang hidup di dunia ini terbawa ke dalam rasa ngantuk karena terbius. Rasa ngantuk ini mencegah kita dari mengetahui atau memperhatikan ruang lingkup hal-hal yang kekal atau yang sejati. Dalam kondisi ini kita tetap hanya ada di permukaan kehidupan, tetapi mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya.
Gambaran di Cermin
Alkitab memberitahu kita bahwa keadaan kita yang mabuk itu telah terlihat sebelumnya. Ada yang bilang bahwa kebudayaan hari ini adalah yang paling puncak dari pencarian kesenangan, namun sebenarnya ada kebudayaan lain yang merefleksikan kebudayaan kita saat ini. Dahulu kala, kebudayaan ini meliputi seluruh bumi. Semua umat manusia mengabdikan diri mereka kepada kenikmatan jasmani. Minum-minum adalah gaya hidup, bukan hanya untuk meleraikan dahaga. Dan ketiga orang makan, hal itu menjadi suatu pesta yang terus menerus, tidak terganggu selama beberapa hari. Kenikmatan-kenikmatan perasaan tersebut menjadi keseluruhan kehidupan manusia.

Hasil dari pengejaran itu adalah tidur sampai mati rasa. Hati nurani manusia menjadi tumpul – kekerasan menjadi dapat diterima, normal dan bahkan ditinggikan. Manusia bangga akan kekerasan dan kurangnya pengendalian diri merkea. Di satu titik, seseorang bernama Lamekh memanggil istri-istrinya untuk memberi selamat kepadanya dan bersuka cita dengan dia. Apa yang mereka rayakan? Karena Lamekh telah membunuh seorang pemuda hanya karena anak tersebut melukai dia1. Setiap orang melakukan apa yang baik di pandangannya sendiri, seperti yang kita lakukan hari ini. Hidup untuk kesenangan telah membius jaman dan kebudayaan sepenuhnya. Orang sudah melupakan keberadaan Tuhan!

Dihanyutkan
Ajaibnya, tidak semua orang di jaman itu dalam keadaan terbius. Ada satu orang yang berdiri melawan arus budaya. Dia mendengarkan firman Allah dan percaya kepadanya. Dia menyadari bahwa dia perlu benar dengan manusia, benar dengan dirinya sendiri, dan benar dengan Allah. Dia sendiri yang bangun ketika yang lainnya tertidur. Firman Allah datang kepada Nuh, orang yang benar, untuk memberitahu dia bahwa Allah akan menghakimi bumi. Untuk menyelamatkan dia dari penghakiman ini, Allah memberitahu Nuh untuk mempersiapkan suatu bahtera – wadah mengambang dengan besar yang luar biasa. Dari semua orang sejamannya, hanya Nuh yang percaya kepada firman Allah, meskipun banyak orang yang mendengar juga dari dia. Tetangga-tetangganya makan, minum, dan kawin mengawinkan dalam ketidakpedulian sampai pada hari Nuh menyelesaikan bahtera dan masuk ke dalamnya.

Pada hari itu bumi dihakimi. Banjir besar yang tidak terbayangkan merobek langit dan sejumlah besar air dari dalam bumi memancar keluar, menjadi air bah yang menghancurkan. Air bah itu berlanjut sampai semua daging yang ada di bumi dihapuskan. Allah yang menghakimi bumi sedemikian adalah Allah yang benar yang telah dilupakan manusia dalam kemabukan mereka. Hanya Nuh dan keluarganya disisakan mengambang di atas air bah yang merusak. Allah secara pribadi menyelamatkan Nuh berkata, “Karena engkau sendiri yang ternyata benar dihadapanku dari generasi ini.” 2

Kenyataan yang Terlupakan
Cerita mengenai hari Nuh sama seperti yang terjadi dengan kita saat ini. Karena dunia kita secara keseluruhan dialihkan dan diduduki dengan banyak hal, hampir keseluruhannya melupakan Allah. Mengejar kenikmatan atau bahkan bekerja atau kepentingan keluarga dianggap kegemaran yang tidak berbahaya. Mengabaikan Allah mungkin diterima dalam budaya kita, tetapi tidak membuatnya menjadi aman. Dialihkan kepada “pengejaran kegembiraan”, kita lupa bahwa ada suatu ruang lingkup yang eksis diluar yang kelihatan (jasmani). Hidup untuk keinginan yang sementara – fisik, emosional atau intelektual – adalah seperti minum obat yang akan membebalkan indera kita dari apa yang tidak terlihat, kekal, dan sejati.

Meskipun demikian, Alkitab bersaksi bahwa sadar atau tidak, Allah ada. Dia tidak berhenti ada hanya karena kita melupakan Dia. Dia lebih nyata dari segala sesuatu yang menyimpangkan kita dari Dia. Kita akui atau tidak, sesuatu di dalam kita merespon saat kita mendengar firman Tuhan. Dia meletakkan kekekalan di dalam hati manusia sehingga kita tahu bahwa Dia ada dan kita bisa mencari Dia. 3 Namun hari ini kita lupa akan keberadaan Allah, tidak pedulikan Dia. Hidup dalam kondisi seperti tertidur sedemikian ini berbahaya.

Jaman Nuh
Dalam injil Matius, Yesus Kristus menyingkapkan suatu garis lurus antara jaman Nuh dan jaman yang akan mendahului kedatangan-Nya kembali ke bumi. Yesus berbicara kepada para pengikut-Nya,”Sebab sebagaimana halnya pada jaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada jaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia”.4 Anak Manusia adalah Kristus, yang juga adalah Anak Allah. Dia adalah Allah sendiri, dan Dia ingin kembali ke bumi. Waktu sebelum kedatangan-Nya akan sama dengan “jaman Nuh”—hari-hari kemabukan, di mana manusia melupakan Allah dan mengabaikan peringatan dari kedatangan-Nya untuk menghakimi. Pada saat kita terlena dengan mengejar kenikmatan kita sendiri tanpa berpikir sedikitpun mengenai Allah, saat itulah Dia akan kembali.

Ketika Dia kembali, Dia akan datang menghakimi bumi. 5 Allah membersihkan seluruh bumi pada jaman Nuh dengan air bah, karena Dia tidak lagi dapat bersabar dengan keadaan manusia yang mabuk. Pada saat kedatangan Anak Manusia, Dia akan menghakimi bumi lagi dan mengakhiri kebebalan yang timbul di bumi pada hari ini mengenai kedatangan Kristus kembali.

Jika kita tetap dalam kondisi koma kita, mustahil bisa melarikan diri dari penghakiman-Nya. Orang-orang pada jaman Nuh menertawakan dan mengabaikan Nuh yang membangun suatu bahtera di tanah yang tidak pernah melihat air hujan. Itu adalah penolakan mereka untuk bangun dari tidur. Ketika banjir datang, Allah menyelamatkan Nuh yang melihat di jamannya dan memilih untuk bangun – tetapi selebihnya dari generasi Nuh tenggelam. Jika kita seperti generasi yang acuh tak acuh di jaman Nuh, lebih memilih untuk tidur ketimbang bangun, jangan berharap untuk bisa melarikan diri dari penghakiman saat Anak Manusia datang kembali.

Berbalik dan Hidup
Pada tahun 54 Masehi, seorang warga negara Roma bernama Paulus menulis kata-kata yang akrab kepada sekelompok kaum beriman Kristus. Di dalam terang sejarah Nuh dan tragedi berapi gunung Vesuvius yang menyebar di seluruh kekaisaran, kata-katanya mengandung sesuatu yang bersifat mendesak. Dia memperingatkan,”Sebab itu baiklah janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam, dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.”6 Paulus menulis kata-kata ini untuk mengingatkan penerima suratnya akan kedatangan Yesus Kristus ke bumi. Kata-katanya masih dapat diterapkan kepada kita hari ini. Seperti kita lihat, Yesus Kristus segera datang. Tetapi akankah Dia menemukan kita tidur atau bangun, siap atau tidak siap? Allah telah mengatakan hal-hal ini kepada kita untuk memperingatkan akan kondisi kita yang sebenarnya. Tetapi mengetahui kondisi kita tidak berarti kita bangun; artinya kita tahu bahwa kita tertidur. Untuk siap bertemu dengan Anak Manusia, kita harus bangun, memperhatikan firman Tuhan dan berjaga-jaga dengan sadar.

Bangun melibatkan hati kita, karena hati kitalah yang berpaling dari Allah. Untuk bertemu dengan Anak Manusia saat Dia kembali, kita harus bertobat dari ketidakacuhan kita dan kepasifan kita terhadap-Nya. Bertobat berarti kita melakukan suatu perpalingan untuk mengenal Allah dan mengakui bahwa kita perlu Dia. Ketika kita berpaling, kita akan hidup. Seperti yang Paulus tulis,“ Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bresama-sama dengan Dia”.7

Jalan untuk bertobat kepada Allah adalah dengan mengubah cara pikir kita dan kemudian percaya ke dalam Putera-Nya, Yesus Kristus. Ketika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan oleh-Nya dari penghakiman yang akan datang. 8 Akhirnya, kita akan dibebaskan dari kemabukan hidup yang sia-sia. Dengan percaya, kita masuk ke dalam ruang lingkup yang tak terlihat dari Allah sendiri dan bersiap untuk bertemu dengan Anak Manusia.
1 Kej. 4:23 (back) 2 Kej. 7:1 (back) 3 Pktbh 3:11; Kis. 17:27 (back) 4 Mat. 24:37-39 (back) 5 Rom. 2:5; Yoh. 5:27-28 (back) 6 1 Tes. 5:6-7 (back) 7 1 Tes. 5:9-10 (back) 8 Rom. 10:9


7:02 PM

LOVE






created by www.donghaeng.net

9:07 PM

Mangkok tanpa alas


MANGKOK TANPA ALAS

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis.

Sang raja menyapa pengemis ini, "Apa yang engkau inginkan dariku?"

Si pengemis itu tersenyum dan berkata, "Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba."

Sang raja terkejut, ia merasa tertantang, "Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!"

Maka menjawablah sang pengemis, "Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa."

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasihat dari seorang pengemis. "Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja > yang paling berkuasa dan kaya-raya."

Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan mangkuk penadah sedekah, "Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku inginkan."

Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis di hadapannya.

Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.

Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu.
Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis, ternyata dia bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya, "Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?"

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum, "Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keing inan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu".

Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan..

Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Anak cucumu kelak mengatakan: power tends to corrupt; kekuasaan cenderung untuk berlaku tamak.

Raja itu bertanya lagi, "Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?"

"Tentu ada, yaitu rasa syukur kepada Tuhan. Jika engkau pandai bersyukur, Tuhan akan menambah hikmat padamu," ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang

8:58 PM

Tetaplah Mengasihi


TETAPLAH MENGASIHI

Banyak orang sering mementingkan diri sendiri,

Dan bertindak yang tidak masuk akal.

Namun tetaplah mengampuni mereka.



Jika engkau baik hati, Mungkin orang menuduh kau egois dan berpura-pura.

Namun tetaplah menjadi baik selalu.



Jika engkau sukses, Sering tidak menemukan banyak teman sejati yang setia,

Malah engkau lebih banyak mendapatkan musuh.

Namun tetaplah meraih kesuksesan selalu.



Jika engkau jujur dan tulus,

Mungkin orang akan menipumu.

Namun tetaplah jujur dan tulus selalu.



Apa yang engkau kerjakan bertahun-tahun,

Orang dapat menghancurkannya dalam semalam.

Namun tetaplah berkarya.



Jika engkau merasa tenang dan bahagia,

Banyak orang yang akan iri hati.

Namun tetaplah berbahagia.



Kebaikan yang engkau perbuat hari ini,

Sering akan dilupakan orang.

Namun tetaplah berbuat baik selalu.



Berilah yang terbaik dari apa yang kau miliki,

Mungkin orang tidak pernah merasa cukup.

Namun tetaplah memberi yang terbaik.



Maka yang menentukan pada akhirnya,

Hanya engkau dan Tuhan

Bukan engkau dan mereka




(Sumber : Mother Teresa)

8:56 PM

Aku Meminta, Tuhan Menjawab


AKU MEMINTA...
TUHAN MENJAWAB...



Aku meminta kepada Tuhan untk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab tidak.
itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab tidak.
kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan,itu di pelajari.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab tidak.
Aku memberimu berkat.kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepda Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab tidak.
penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku.
Tuhan menjawab tidak.
Kau harus menumbukannya sendiri,tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab tidak.
Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada TUhan membantuku mengasihi org lain seperti Ia mengasihiku.
TUHAN MENJAWAB, Aaahh Anak-Ku
AKHIRNYA KAU MENGERTI.

8:44 PM

The Donkey


One day a farmer's donkey fell down into a well. The animal cried piteously for hours as the farmer tried to figure out what to do. Finally, he decided the animal was old, and the well needed to be covered up anyway; it just wasn't worth it to retrieve the donkey.

He invited all his neighbours to come over and help him. They all grabbed a shovel and began to shovel dirt into the well. At first, the donkey realized what was happening and cried horribly. Then, to everyone's amazement he quieted down.

A few shovel loads later, the farmer finally looked down the well. He was astonished at what he saw. With each shovel of dirt that hit his back, the donkey was doing something amazing. He would shake it off and take a step up.

As the farmer's neighbours continued to shovel dirt on top of the animal, he would shake it off and take a step up. Pretty soon, everyone was amazed as the donkey stepped up over the edge of the well and happily trotted off!

MORAL :
Life is going to shovel dirt on you, all kinds of dirt. The trick to getting out of the well is to shake it off and take a step up. Each of our troubles is a steppingstone. We can get out of t he deepest wells just by not stopping, never giving up! Shake it off and take a step up.

Remember the five simple rules to be happy:
1. Free your heart from hatred - Forgive.
2. Free your mind from worries - Most never happen.
3. Live simply and appreciate what you have.
4. Give more.
5. Expect less

You have two choices...smile and close this page, or pass this along to someone else to spread the fun. I know what I did!!

7:51 PM

Kisah di musim dingin

Teman-teman, sering kali kita terlalu cepat menghakimi atau menghukum orang lain tanpa tahu fakta sebenarnya, hanya karena tidak sesuai dengan persepsi atau rencana kita sehingga justru lebih sering lagi kita menyakiti orang-orang yang kita cintai.

Kita memang perlu terus belajar sebelum terlambat, salah satunya dari kisah di bawah ini:

Kisah di musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007) Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan
nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."*